Lampung Tengah, Senopati news.com
Usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Mulia Husada, Bandar Jaya, Lampung Tengah selama kurang lebih enam jam, Billal Azzam Syah bocah berusia tujuh tahun asal Kampung Indra Putra Subing, Kecamatan Terbanggi Besar, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Pihak keluarga menduga adanya kelalaian terkait pelayanan medis, dan komunikasi atas kematian korban yang diterima dari RSU tersebut.
Menurut keterangan dari Sarbini (50) ayah almarhum yang menyebut bahwa anaknya mengidap penyakit amandel dan mengeluhkan kesulitan bernafas dan gangguan tidur. Keluhan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius, mengingat kondisi kesehatan anaknya semakin memburuk. Namun, keluarga merasa bahwa pihak rumah sakit tidak segera memberikan penanganan yang lntensif, yang mungkin bisa mencegah terjadinya komplikasi yang berujung pada kematian.
“Anak saya masuk ke RSU MMH pada pukul 24.00 Wib dini hari. Namun saya merasa kecewa karena setelah menjalani perawatan medis selama kurang lebih 6 jam, anak saya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 07.05 Wib,” ujar Sarbini, Kamis (24/8/2023).
Keluarga lanjutnya merasa kebingungannya terkait dengan diagnosa yang diterima dari pihak rumah sakit, yang menyatakan bahwa almarhum didiagnosa, Cardiac Arrest. Dia merasa bahwa keluhan penyakit amandel yang diderita oleh anaknya seharusnya tidak berkembang menjadi kondisi yang begitu serius.
“Yang lebih membuat kami bertanya, dimana usai anak saya dinyatakan meninggal, pihak RS seolah tergesa-gesa untuk segera mengantar jasad anak saya ke rumah, bahkan Ambulance yang digunakan bukan Ambulance milik RSU MMH, melainkan Ambulance Badan Pengelola Keuangan Haji, (BPKH) tanpa adanya koordinasi dengan kami pihak keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Humas RSU MMH, Sudar ketika dikonfirmasi bahkan meminta waktu untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak RS, dengan alasan bahwa dirinya belum mengetahui jelas terkait kronologis wafatnya pasien atas nama Billal Azzam Syah, (7).
“Maaf mas, nanti saya hubungi lagi ya, karena saya saat ini sedang rapat di Disnaker,” ujarnya.
Hingga kini, belum adanya keterangan resmi dari pihak RSU MMH terkait kronologis kematian pasien itu.
Tentunya, kondisi ini akan berakibat semakin memperuncing polemik antara keluarga pasien dan rumah sakit, dan mengundang pertanyaan lebih lanjut tentang kualitas pelayanan medis yang ada di RSU tersebut.
Dalam suasana duka yang mendalam, keluarga Billal Azzam Syah berharap ada klarifikasi yang lebih jelas mengenai penanganan medis yang diberikan kepada anak mereka. Di sisi lain, pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan transparansi dan tanggapan yang memadai terkait protes yang mereka sampaikan. Semua pihak berharap agar tragedi ini dapat memberikan pelajaran berharga bagi sistem pelayanan kesehatan, sehingga ke depannya, setiap pasien dapat menerima perawatan yang optimal demi keselamatan dan kesejahteraan mereka. (*)
Redaksi Senopatinews.com
![]()

