Lampung Tengah, Senopatinews.com
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Drs Sulpakar M.M mengimbau seluruh sekolah SMA dan SMK di Lampung untuk menegakkan disiplin disekolah.
Hal itu disampaikan saat membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) O2SN dan FLS2N SMK se-Lampung Tengah di halaman SMK Negeri 2 Terbanggi Besar, beberapa waktu lalu.
Dirinya menyinggung terkait lemahnya tingkat kedisiplinan pada Dunia Pendidikan saat ini. Beberapa permasalahan yang terjadi, bahkan muncul akibat dampak penerapan kedisiplinan pihak sekolah kepada dewan guru dan siswa didik yang kurang maksimal.
“Guru piket atau dewan guru sebelum Pukul 7:15 WIB harus sudah ada disekolah, sambut anak-anak di pintu gerbang. Ini dalam rangka menyentuh dan menegakkan disiplin baik kepada siswa maupun kepada dewan guru,” ujar Sulpakar.
Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan, kedisiplinan dimulai dari lingkungan sekitar. Pelihara ruang sekolah baik lingkungan kantor ruang guru itu harus bersih, ini juga merupakan bagian dari disiplin.
“Buat supaya kita nyaman disekolah, itu dulu yang perlu diperhatikan karena waktu kita lebih banyak waktu disekolah,” kata Sulpakar.
Sulpakar juga mengatakan, pihak sekolah juga harus mampu menciptakan kemampuan akademis kepada siswanya. Hal ini dilakukan agar setelah lulus sekolah siswa mampu membuka lapangan usaha yang maksimal.
Ia berharap, kepada seluruh dewan guru bukan hanya kompetensi siswa yang harus dikembangkan dan ditingkatkan tetapi guru-gurunya harus lebih awal mempunyai kompetensi yang lebih baik.
“Bagaimana seorang tenaga pendidik bisa memberikan kompetensi kepada siswanya kalau standar kompetensi nya juga tidak memadai,” singgungnya.
SMK juga harus menggandeng dunia usaha, koordinasi atau kerjasama yang baik kepada dunia usaha itu penting karena SMK tidak terlepas dari dunia usaha. Keterlibatan dunia usaha, sangat diharapkan untuk membentuk karakter siswa kedepan.
“Smk ini beda dengan SMA. Kalau SMA, bagaimana menciptakan anak-anak nya mempunyai kemampuan akademis dan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi yang terfavorit. Tetapi kalau SMK, bagaimana menciptakan anak-anak nya mempunyai kemampuan akademis yang dimiliki. Tetapi akan lebih besar kemampuan vokasi atau keterampilan keahliannya untuk mampu menjadi tenaga kerja dan mampu membuka lapangan usaha yang maksimal setelah lulus, bukan menutup untuk kuliah tetapi lebih besar menciptakan keahlian, ulasnya.
Diakhir sambutan, Sulpakar sempat menyinggung wartawan yang sering memberitakan terkait pengelolaan manajemen sekolah.
“Yang pertama, disiplin dan tatakelola manajemen sekolah atau manajemen berbasis sekolah (MBS) harus kita baguskan kalau ada wartawan dateng jelaskan, kenapa menjelaskan saja susah. Maka baguslah tata sekolah kalau kita sudah punya kemampuan manajerial dan leadership saya yakin selesai,” tutupnya. (*)
Redaksi Senopatinews.com
![]()

