Lampung Tengah, Senopati news.com
Nasib malang menimpa Hasimah, (55) salah satu warga RT.20/10 Dusun Karang Anyar Agung, Kampung Terbanggi Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah (Lamteng). Sang suami Maryono (58) divonis terkena tumor otak dan tidak memiliki biaya untuk berobat.
Demi mengobati sang suami, ia terpaksa menawarkan rumah kepada keluarga dan tetangga dengan cara berkeliling membawa karton bertuliskan “Dijual rumah segera, suami saya kritis dirumah”.
Diketahui wanita paruh baya itu berkeliling menjajakan rumahnya untuk biaya pengobatan sang suami yang sudah beberapa pekan tergeletak dirumah, karena penyakit tumor otak yang diderita selama ini.
“Hal ini saya lakukan karena saya sudah tidak mempunyai biaya lagi mas, untuk mengobati suami,” tuturnya dengan nada sedih.
Hasimah menyebut bahwa selama ini sang suami hanya diobati melalui paranormal, dan obat kampung. Namun pada beberapa hari lalu sang suami sempat dirujuk ke Rumah Sakit Yukum Medical Center, (YMC), dimana dari hasil pemeriksaan dokter yang mengatakan bahwa suaminya di diagnosa tumor otak, dan harus dirujuk ke rumah sakit di Bandar Lampung, karena keterbatasan alat yang ada di RS YMC.
“Selama ini hanya berobat kampung mas. Dan dari hasil pemeriksaan di YMC beberapa hari lalu, suami saya diminta untuk segera dirujuk ke rumah sakit di Bandar Lampung. Sementara kami tidak memiliki biaya. Saat ini sakit suami semakin parah. Saya berharap rumah yang saya jajakan ini segera ada yang berminat untuk membeli, agar bisa saya gunakan sebagai biaya pengobatan suami,” keluhnya.
Dirinya sangat berharap ada pihak donatur maupun pemerintah bisa memberikan bantuan, dan uluran tangan untuk pengobatan sang suami, yang saat ini tergeletak dirumah, sementara untuk penanganan pengobatan lebih lanjut dirinya dan pihak keluarga tidak miliki biaya.
“Saya sangat berharap, ada bantuan dan uluran tangan dari para masyarakat yang mampu, ataupun bisa membeli rumah kami untuk biaya pengobatan suami,” tutupnya. (*)
Redaksi Senopati news.com
![]()

