Lampung Tengah, Senopatinews.com
Terkait Pengunduran diri sejumlah perangkat Kampung Bumi Nabung Ilir, Kecamatan Bumi Nabung, yang diduga ada intimidasi dari kepala kampung, Ketua Komisi 1 DPRD Lamteng Baroji, angkat bicara.
Menurutnya, soal pengunduran diri tersebut tidak jelas karena tidak ada bukti fisik bahwa itu kepala kampung yang meminta mundur. Seharusnya disertakan rekaman atau secara tertulis.
“Menurut saya dalam surat itu isinya lucu juga bahasanya, diatas yang terhormat bapak kepala kampung ditengah mundur atas perintah kepala kampung dan yang dibawah mundur tidak adanya paksaan. Ini kan aneh bahasanya,” ujar Baroji saat dihubungi via telepon seluler.
Menurut informasi, itu awalnya juga politis, mereka itu (perangkat kampung) waktu masa pencalonan kakam, pamong ikut campur dan menjadi tim bukan ditempat netral.
“Sebenernya kan ada konsekuensi politik juga kalo yang jadi lawan politik harusnya mundur, mulutnya kan lebar-lebar itu mereka gak mau mundur. Masalah itu okelah udah gak masalah dan sudah disikapi. Ini yang punya kita ini kan (Kakam) anak baru belum ngerti apa-apa, kalo tempramen itu kan bukan berarti dia itu marah gak jalur ya,” tambahnya lagi.
Baroji menjelaskan, terkait persoalan laptop yang hilang itu awalnya dia (Kakam) gak tau. Tau-tau perangkat Kampung yang laporan laptop tidak ada. Akhirnya, kakam sumpah mereka semua pake Al-Quran biar mereka yang mengambil itu mengaku.
Namun justru yang merasa tertuduh itu lah yang gak mau ngaku malah membawa surat itu dinaikan. Begitu dinaikkan dipanggil lah perangkat kampung ini, siapa yang nyuruh berhenti kalian. Karena tidak ada perintah dari kepala kampung karena tidak ada buktinya.
“Sebetulnya mereka itu mau saya selamatkan, walaupun kepala kampung itu marah biarin aja nanti itu urusan saya. Namun karena ada orang dibelakang yang ada kepentingan, mereka gak ngerti karena mereka bakal rugi sendiri,” pungkas Baroji.
Diberitakan sebelumnya “Hilangnya Laptop di Kampung Buminabung Ilir, Salah Satu Pemicu Mundurnya Perangkat Kampung”.
Beredar kabar, sejumlah aparatur Kampung Buminabung Ilir, Kecamatan Buminabung Kabupaten Lampung Tengah, di berhentikan oleh kepala kampung setempat.
Aparatur yang di berhentikan, diantaranya lima kaur dan enam kadus serta sejumlah RT juga ikut berhenti. Namun, selaku Kepala Kampung Buminabung Ilir Rahidi, menampik kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa awal mula persoalan di picu oleh hilangnya laptop milik kampung yang kerap di pergunakan oleh tiga orang perangkat kampung setempat.
Dari informasi yang di himpun, beberapa aparatur kampung yang diberhentikan itu sempat dipanggil oleh kakam setempat, untuk datang ke kantor desa dan memerintahkan untuk membuat surat pengunduran diri sebagai dari tugas yang di embannya. (*)
Redaksi Senopatinews.com
![]()

