Lampung Tengah, Senopatinews.com
Bantuan Sosial (Bansos) Program Sembako yang di disalurkan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di Kecamatan Seputihmataram, Kabupaten Lampung Tengah, Diduga menjadi bancakan sejumlah oknum, mulai dari TKSK, Kepala Kampung dan Supplier.

Dari Hasil investigasi, di Kampung Wirata Agung Kecamatan Seputihmataram, Kabupaten Lampung Tengah, sistem yang dilakukan, mereka KPM penerima bantuan dikumpulkan di balai kampung setempat, setelah itu, di balai kampung para KPM di arahkan oleh oknum TKSK dan kakam, agar setelah mengambil uang dikantor pos dapat menyetorkan uang yang di dapat dari program sembako kepada e-warung untuk menebus sembako dengan kriteria barang yang sama setiap KPM nya.
Padahal KPM sendiri tentunya memiliki kebutuhan yang berbeda namun di sama ratakan. Selain itu, KPM penerima bantuan menyerahkan uang sebesar Rp400 ribu kepada e-warung untuk menebus sembako dengan rinciannya, beras berbungkus karung Rojolele sebanyak 20 kilogram dengan kualitas bukan premium, buah pear satu kilogram, kentang satu kilogram, telur dua kilogram, kacang tanah satu kilogram dan kacang hijau satu kilogram.

“Iya kami di kumpulakan di balai kampung, dan diminta untuk membeli sembako di e-warung dengan nominal belanja Rp 400 ribu. Setelah kami ambil bantuan dari Kantor Pos sebanyak Rp600 ribu, kami diarahkan untuk menyetor ke e-warung Rp400 ribu dan sisanya terserah kami,” kata KPM warga Wirata Agung yang enggan di sebutkan namanya.
Sementara, saat di temui Desi salah satu warga Kampung Wirata Aggung yang juga sebagai mantan pendamping bantuan sembako menerangkan bahwa, kantor supplier yang memasok sembako untuk KPM bantuan sembako di kecamatan seputihmataram berada di Kota Metro.
“Supplier, kantornya ada di Kota Metro, dari Satria Jaya Makmur (SJM). KPM disini mendapatkan beras 10 kilo, telur satu kilo, kacang tanah setengah kilo, kacang hijau setengah kilo dan kentang setengah kilo (persatu bulan-red),” kata Desi saat di Konfirmasi dikediamannya, Jum’at 02/12/2022.
Saat wartawan media ini berada di e-warung Kampung Wirata Aggung, salah satu petugas yang ada menerangkan bahwa terdapat 300 lebih KPM di kampung setempat. Dimana suppliernya dari SJM.
“Barang datang tempat Bu Desi, dari Bu Desi di kirim ke e-warung. Pengemasannya di tempat Bu Desi. Untuk yang di bagi saat ini dua bulan dan yang satu bulan untuk kebutuhan lainya. Sudah ada kesepakatan tidak ada paksaan,” kata salah satu petugas e-warung yang enggan menyebutkan namanya.
Sementara, Kepala Kampung Wirata Agung, Ketut Sudarma memebenarkan bahwa, para KPM di kumpulkan di balai kampung, namun kesepakatan masyarakat untuk yang dua bulan di belanjakan di e-warung.
“KPM di kumpulkan di balai kampung. Karena dulu-dulu nya di e-warung (belanjanya). Kebetulan diakhir tahun ini KPM mendapatkan bantuan tiga bulan. Namun terserah KPM mau belanja dimana tidak kita arahkan, tapi saat ini para KPM Dua bulan membeli di e-warung,” kata Kakam Wirata Agung saat di konfirmasi.
Ia mengaku, belum tau TKSK yang ada di Kampung setempat. Tapi Ia pernah bertemu dan di beri pengarahan oleh TKSK bahwa masyarakat bebas mau belanja kemana saja.
“Pendamping (TKSK) saya belum tau siapa namanya, dia memberikan arahan kesini bahwa masyarakat bebas memilih, tapi masyarakat menginginkannya begitu (Belanja di e-warung). Intinya saya mau cari teman, kalau mau cari lawan gampang juga, intinya gitu sama saya, gampang aja, kalau saya tidak mencari keuntungan di kampung saya, yang penting sama-sama berjalan, kalau mau tumburan dengan saya siapapun ayuk,”Pungkasnya.
Sedangkan didalam juknisnya bahan pangan yang di berikan pada KPM program sembako tidak di perbolehkan untuk di paketkan, KPM membeli bahan pangan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Pemanfaatan bahan pangan KPM untuk memenuhi gizi dimasa 1.000 hari pertama pencegahan stunting.
“Penerima manfaat, dia yang menerima bantuan bisa belanja dimana saja dan memilih kebutuhan nya apa, dalam aturan tidak di perbolehkan bentuk bantuanya sama atau paket,” kata Mentri Sosial Republik Indonesia Hj.Tri Risma Harini, yang dikutip dari KompasTV Pekalongan.
Terpisah, sejumlah Kepala Kampung lainnya yang ada di Seputihmataram, saat di konfirmasi membenarkan bahwa ada supplier yang menyiapkan sembako untuk langsung di jual kepada KPM penerima bantuan dengan jenis yang sudah di tentukan.(*)
Redaksi Senopatinews.com
![]()

