Kulon Progo, Senopatinews.com
Nasib malang dialami Mun’imatus Sholihah (23) warga Desa Tulang Balak, Kecamatan Batanghari Nuban. Mahasiswa asal Lampung Timur ini, tewas di rumah sakit lantaran Bus Damri jurusan Yogyakarta-Bandara Yogyakarta (YIA) AB 7098 AS, menabrak motor jenis Honda Beat BE 4832 FA miliknya, di Jalan Nasional Yogya-Wates, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta.
Sementara satu masih mahasiswa lainnya asal Lampung Timur juga, mengalami luka berat.
“Korban Mun’imatus Sholihah, meninggal dunia di RSUD Nyi Ageng Serang. Sementara korban luka lainnya masih dirawat bernama Ilham Dwi Septian (23) asal Desa Rejoagung, Batanghari, Lampung Timur, kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Kulon Progo, Ipda Satya Kurnia dilansir Lampungpro.co, Rabu (21/9/2022).
Mun’imatus Sholihah meninggal dunia, dengan kondisi patah kaki kanan, nyeri dada, lecet tangan, dan kaki. Sementara Ilham alami luka wajah, tangan kanan, leher, pangkal tangan kanan, serta kaki.
Sementara pengemudi Bus Damri diketahui bernama Didit Cahyono (34) asal Plupuh, Sragen, Jawa Tengah tidak mengalami luka. Sebelum bertabrakan, Bus Damri awalnya melaju dari arah utara hendak ke selatan.
Sementara itu, dari keterangan Kanit Lantas Polsek Sentolo, Iptu Toha menjelaskan, peristiwa bermula saat pemotor menuju dari arah selatan jalan. Awalnya, sopir Bus Damri hendak menyalip kendaraan di depannya, namun terhalang kendaraan lain dari arah berlawanan.
“Untuk menghindari tabrakan, bus banting ke kiri dan menabrak bagian knalpot sepeda motor korban. Lalu pemotor terjatuh dan terpental di jalan, sehingga bus melindas kaki korban (Sholihah),” jelas Iptu Toha.
Pengendara motor sampai masuk kolong, namun posisinya sudah berada di ujung ban bus, sehingga kakinya terlindas. Evakuasi terhadap korban membutuhkan waktu lama, karena bodi kendaraan bus harus didongkrak, untuk mengeluarkan kaki korban.(*)
Redaksi Senopatinews.com
![]()

