Lampung Tengah, Senopatinews.com
Juru Bicara Paslon 02 Ardito-Koheri membantah perkataan Rosim Nyerupa soal salah satu program Ardito-Koheri terkait akan mengembalikan insentif Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, marbot dan guru ngaji dinilai bohongi rakyat.
Menurut Amir Faisal Sanjaya, perkataan Rosim yang mengaku dirinya sebagai tokoh pemuda dan pemerhati politik, pemerintahan dibeberapa media sosial dinilai terlalu sepihak.
Perkataan itu lanjut Amir, tentu harus melalui sebuah analisa bukan statemen arogan.
“Selaku juru bicara dr. Hi Ardito Wijaya, saya harus meluruskan kan tulisan yang sangat menghina nama baik,” ucap mantan aktivis 98 ini.
Amir menjelaskan, ini merupakan salah satu program unggulan Ardito dan Koheri.
“Tulisan adinda Rosim kami nilai sangat menghina dan menggunakan bahasa yang kurang beretika, tapi kalau ini atas pengetahuan Musa Ahmad sebagai calon Bupati Lampung Tengah no urut 01 maka saya pastikan ini blunder,”ujar Amir Sanjaya.
Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa ini adalah ujung tombak dari keamanan setiap kampung yang ada di Lampung tengah, mereka ini yang menjadi garda terdepan dalam melindungi rasa aman pada masyarakat di Lampung Tengah.
“Sudah sangat wajar kalau pemerintah daerah dalam hal ini bupati memberikan penghargaan atas kerja keras tersebut dengan memberikan insentif sebesar satu juta rupiah perbulannya,” jelasnya.
Untuk diingat, program pemberian insentif ini pernah dilakukan pada masa kepemimpinan Almarhum Pairin yang merupakan ayah kandung Ardito Wijaya dan wakilnya Mustafa.
“Ironisnya, pemberian insentif ini terpaksa harus berhenti di era Musa Ahmad sebagai bupati nya pada tahun 2022 lalu karena adanya temuan BPK,” kata Amir.
Padahal, kabupaten juga provinsi lain tetap memberikan insentif tersebut, bahkan ada yg sampai 2jt perbulannya. Contoh, di provinsi Kepulauan Riau, dan kabupaten bandung serta kabupaten Kapuas yang sampai tahun 2024 ini.
“Yang jelas apapun alasannya, di era Musa Ahmad lah program ini tidak berlanjut, dan saya pastikan program ini tetap akan kami laksanakan dengan cara yang tidak bisa kami buka disini,” pungkasnya. (*)
Redaksi Senopatinews.com
![]()

