Lampung Tengah, Senopatinews.com
Sejumlah Tokoh Adat Lampung, Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng), secara tegas menolak aksi damai yang akan dilakukan oleh organisasi masyarakat (Ormas) DPD Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (Grib) Jaya Provinsi Lampung, Selasa (20/07/2024).
Hal itu terkait rencana aksi demo Ormas Grib Jaya DPC Lampung Tengah yang akan kerahkan massa di Kampung Adat Terbanggibesar berkaitan dengan transportasi batu bara yang diduga melanggar undang undang lalulintas pada Rabu dan Jum’at (24-26/07/2024).
Namun rencana aksi demo tersebut akan ditolak keras oleh Tokoh adat dan tokoh masyarakat Terbanggibesar jika di gelar di wilayah kampung Adat Terbanggi Besar.
“Kami yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan masyarakat, menolak adanya aksi damai oleh DPD Grib Jaya Provinsi Lampung. Karena, aksi itu berlangsung di terminal Betan Subing tanah adat Terbanggi Besar,” ujar para tokoh adat.
Mereka mengatakan, Kampung Adat Lampung mempunyai aturan aturan adat yang sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dikhawatirkan aksi ormas itu akan terjadi bentrok, karena Kampung Adat Terbanggibesar mempunyai aturan aturan Adat tersendiri.
Hal senada dikatakan Kepala Kampung Terbanggibesar Zakaria Fuad, ia mendapat informasi akan adanya demo Ormas Grib tersebut di Kampung Adatnya.
“Saya bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat Zakaria telah mendatangi Polres Lampung Tengah untuk melakukan penolakan rencana aksi demo tersebut. Pernyataan sikap penolakan aksi demo, tertuang dalam surat yang di berikan ke Kasat Intel Polres Lamteng,” ujarnya.
Menurutnya, ia bersama tokoh adat melarang aksi demo Ormas GRIB JAYA DPC Lampung Tengah, jika titik lokasi aksi demo pengerahan massa tersebut di gelar di Kampung Adat Terbanggibesar.
Hal itu bukan tanpa alasan, pastinya akan terjadi kemacetan di Kampung Adat Kampung Terbanggi Besar karena diseputaran aksi massa adalah wilayah yang vital yaitu exit tol dan terminal Bettan Subing. Serta terjadinya gangguan Kamtibmas yang diakibatkan oleh kemacetan panjang efek dari pemutar balikan kendaraan oleh GRIB JAYA DPC Lampung Tengah.
“Kami berharap kepada kawan kawan Ormas GRIB JAYA dapat memaklumi penolakan dari Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat Kampung Terbanggi Besar dengan alasan yang sudah kami sampaikan di Polres Lampung Tengah dan para awak media,”tutupnya. (*)
Redaksi Senopatinews.com
![]()

