Lampung Tengah, senopatinews.com
Kobaran api yang sempat melalap area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya Timur akhirnya berhasil dikendalikan secara penuh. Melalui kerja sama ketat dan tanggap darurat lintas instansi, titik-titik api berhasil dipadamkan total dalam kurun waktu 2 x 24 jam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Tengah, Edi Supena, mengonfirmasi bahwa kondisi di lokasi TPA saat ini sudah aman dan terkendali tanpa ada lagi kepulan asap yang membahayakan.
“Per hari ini, kami pastikan api benar-benar padam di lokasi dan sudah tidak terlihat lagi kepulan asap di area sekitar TPA. Berkat kerja sama dan upaya bersama seluruh pihak, api berhasil dikendalikan,” ujar Edi Supena saat memberikan keterangan kepada awak media.
Penanganan kebakaran di kawasan TPA ini membutuhkan respons berskala besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Tengah bertindak sebagai koordinator lapangan, mengarahkan belasan unit armada pemadam kebakaran dari berbagai daerah tetangga hingga sektor swasta.
Tercatat, unit pemadam kebakaran dikerahkan secara bergelombang mulai dari Damkar Satpol PP Lampung Tengah, Damkar Provinsi Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Tulang Bawang, Kota Metro, hingga Kota Bandar Lampung. Tak ketinggalan, dukungan armada juga datang dari unsur TNI AU, TNI AD, Satuan Brimob Lampung Tengah, serta perusahaan swasta seperti Great Giant Food (GGF) dan Gunung Madu Plantation.
Guna memastikan pasokan air tidak terputus, belasan armada tangki air dari BPBD, dinas terkait, hingga swasta seperti PT Tunas Baru Lampung dan IKEA disiagakan di lokasi. Tiga unit alat berat excavator juga diterjunkan untuk membongkar tumpukan sampah guna memutus jalur penyebaran api di lapisan dalam TPA.
Dukungan logistik dan fasilitas kesehatan dari RS Harapan Bunda, RS Mitra Mulia Husada, Puskesmas Bandar Jaya, pihak kecamatan/kelurahan, serta masyarakat lokal turut menjadi penopang utama keselamatan para petugas di lapangan.
Meski operasi penanganan berjalan sukses, petugas pemadam di lapangan sempat menemui sejumlah kendala teknis. Kasat Pol PP Kabupaten Lampung Tengah, Husnip, mengungkapkan bahwa keterbatasan sumber air di sekitar TPA menjadi hambatan utama dalam proses pemadaman cepat.
Selain itu, kondisi beberapa peralatan pemadam yang dimakan usia serta kerusakan perlengkapan kerja turut menguji ketangguhan personel di lapangan.
“Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk melalukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran ke depannya,” tegas Husnip.
Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kabupaten Lampung Tengah, Ricky Agusta, melaporkan kepada Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) bahwa meski api utama sudah padam, timnya tidak langsung menarik diri.
Petugas terus menyisir lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down) guna memastikan tidak ada lagi bara api atau titik panas (hotspot) yang tersisa di bawah tumpukan material sampah.
“Keberhasilan penanganan tidak hanya diukur dari padamnya kobaran api, tetapi juga dari upaya memastikan kawasan terdampak benar-benar aman dari risiko kebakaran susulan,” jelas Ricky.
Keberhasilan mengatasi darurat kebakaran dalam waktu dua hari ini menjadi bukti pentingnya sinergi lintas instansi di Lampung Tengah. Pemerintah daerah berharap evaluasi terhadap sarpras dan penguatan sistem pemantauan di TPA dapat meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang. (Red)
![]()

