Lampung Selatan, Senopatinews.com
Sejumlah warga Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menduga adanya permainan dalam penyaluran bantuan sembako dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) periode Juli-Agustus 2022 yang belum disalurkan.
Berdasarkan informasi yang didapat, bantuan dari Kementerian Sosial itu diketahui telah ditransfer ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sejak pekan lalu.
Maisaroh, salah satu penerima BPNT, mengaku belum menerima bantuan sembako. Padahal, desa lain sudah menyalurkan bantuan sosial tersebut.
“Enggak tau desa kami belum ada penyaluran BPNT. Sedangkan, desa tetangga, seperti Desa Sukaraja, Pematangbaru dan Tanjungsari, sudah menyalurkan. Padahal, kami sedang butuh beras,” kata Mai, saat ditemui di rumahnya.
Dia mengaku tidak pernah memegang kartu KKS yang diterima dari bank penyalur selama ini. Kartu tersebut selalu dipegang petugas e-warung.
“Kami enggak pernah memegang kartu KKS. Kami hanya tinggal mengambil barang di e-warung. Kami enggak berani mau komplain karena masih menghargai mereka,” kata dia.
Sementara itu, Pendamping PKH Desa Sukamulya, Lulu Penanggih, membenarkan bantuan sembako dari program BPNT belum disalurkan. Bahkan, uang dari kartu KKS sudah ditarik pihak E-Warung.
“Uang di kartu KKS itu sudah digesek di Desa Bangunan. Sejauh ini belum ada informasi lagi soal penyalurannya,” kata dia.
Terpisah, Koordinator PKH Kecamatan Palas, Agung Nugroho, mengaku seharusnya bantuan sembako itu sudah disalurkan ke KPM. Sebab, bantuan itu sudah ditransfer ke kartu KKS sekitar 10 Agustus 2022.
“Sudah sepekan lalu bantuan itu disalurkan ke KKS. Dia juga tidak membenarkan kalau KKS dipegang e-Warung. Itu menyalahi aturan,” kata dia.(*)
Tim Redaksi Senopatinews.com
![]()

