Lampung Tengah, Senopatines.com
Simbarwaringin menurut para sesepuh berasal dari dua kata yaitu: Simbar (Pohon Simbar) dan Waringin dari kata Beringin (Pohon Beringin).
Konon katanya, di komplek Tempat Pemakaman Unum (TPU) Kelurahan Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah (Lamteng) terdapat Pohon Simbar yang tumbuh menyatu dengan pohon Beringin. Sehingga, Keunikan dua jenis pohon yg menyatu tesebut menjadi tembang (sebutan) warga setempat menjadi Simbar Ringin.
Dari sebutan Simbar Ringin itulah, akhirnya para sesepuh desa terdahulu menyebut desa yang baru mereka buka menjadi Simbar Ringin atau Simbarwaringin.
Desa / Kampung Simbarwaringin sendiri berdasarkan catatan dalam manuskrip desa, dibuka sejak 87 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1935 melalui program Kolonisasi masa penjajahan Belanda.
Adapun penduduk yang dibawa oleh Pemerintah Belanda untuk membuka perkampungan baru tersebut berasal dari Pulau Jawa, Yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan sebagian kecil berasal dari Jawa Barat.
Simbarwaringin secara resmi dibuka sekitar Tahun 1935 atau tepatnya pada Tanggal 22 Suro (Muharam) 1935 terbagi menjadi beberapa dusun yaitu: Dusun 11 A, 11B, 11C, 11 D dan 11 F, dengan Kepala Desa pertama Atmo Redjo.
Sekitar tahun 1981 desa Simbarwaringin yang saat itu dipimpin oleh Mahfud berubah status menjadi Kelurahan Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Lampung Tengah tahun 1981 dengan Lurah PNS Pertama Saryono, BA.
Sejak berubah status menjadi Kelurahan (1981 – 2022) Simbarwaringin telah berkali-kali mengalami pergantian Lurah, adapun Lurah yang saat ini menjabat adalah Ansori yang menjabat sejak bulan Oktober 2021 lalu hingga saat ini.(*)
Laporan: Nando/ Tim Redaksi Senopatinews.com
![]()

