Lampung Tengah, Senopatinews.com
Kisah inspiratif datang dari dua pemuda asal Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi yang viral melalui aplikasi TikTok.
Bukan tanpa sebab, keduanya yaitu Hendi (25) warga Sumedang dan Dani (25) warga Cikarang Timur, bertekad jalan kaki dari Cikarang Menuju Kota Makkah untuk menunaikan ibadah umroh.
Keduanya memulai perjalanan pada tanggal 12 November 2024 dengan membawa tas berisi pakaian dan uang Rp 50 ribu rupiah.
Menurut mereka yang pada saat itu singgah disalah satu rumah makan di Bandarjaya, Lamteng. Keberangkatan dimulai dari bisikan nurani untuk berangkat ke tanah suci.
“Kalau kamu pingin merubah jalan hidup kamu harus umroh. Tadinya saya anak yang sangat berdosa, pernah nakal mabuk-mabukan dan sering dugem. Mungkin inilah jalan hijrah,” ujar Hendi saat diwawancarai tim media Senopatinews.com Rabu, (4/12/2024).
Menurutnya sebelum keberangkatan, mereka berdua sempat ragu karena biaya perjalanan itu tidak sedikit. Namun, karena tekad dan atas ijin kedua orangtua Hendi akhirnya memberanikan diri.
“Kalau teman saya ini (Dani) karena kedua orangtuanya sudah meninggal dunia, dia pamit sama kakaknya. Itu saya juga mendampingi,” ujar Hendi.
Dirinya pun menceritakan kronologis perjalanan yang menurutnya penuh dengan tantangan. Baik dari segi materi maupun keselamatan.
“Dani sempat nanya kesaya mau naik apa karena naik pesawat tidak ada biaya. Saya bilang jalan kaki, sholat Jum’at jalan kaki aja pahalanya besar, apalagi ini,” tambahnya.
Selain itu, sebelumnya Hendi dan Dani juga mengharapkan dari gaji aplikasi Facebook untuk biaya perjalanan, namun saat ini terkunci karena HP hilang diperjalanan.
Jadi karena niat dan tekad akhirnya kami tetap memutuskan untuk terus jalan sembari live melalui aplikasi Tiktok dengan akun @hendycs17.
“Alhamdulillah sepanjang perjalanan selalu ada yang support. Pertama, saat sampai di pelabuhan merak pegawai kapal memfasilitasi penyebrangan gratis sampai dengan pelabuhan Bakauheni pada tanggal 23 November 2024,” tuturnya.
Tak sampai disitu, melalui live akun TikTok banyak yang mensuport hingga viral dan menarik simpatik berbagai pihak yang ingin memfasilitasi naik kendaraan. Namun ditolak, karena alasan niat awal memang jalan kaki.
“Kalau ketemu hutan ya terpaksa naik mobil, karena alasan keamanan. Itupun kalau pas ada kendaraan yang lewat, kalau tidak kami cari masjid untuk istirahat, sebelum malam hari,” tambahnya.
Dirinya menambahkan perjalanan rute yang akan dilalui berjalan kaki yaitu, Lampung, Palembang, Jambi, Kuala Tungkal, Batam, Singapura, Malaysia, Thailand, India, Pakistan, Iran, Iraq, Yordania, Saudi Arabia.
“Sempat kepikiran bagaimana keselamatan selama diperjalanan lepas dari Indonesia. Kami bersyukur karena banyak orang baik yang selalu memantau dan memfasilitasi nanti disetiap Negara. Tekad kami, tidak ada alasan untuk beribadah ketanah suci kalaupun gak ada uang. Kaki kan masih bisa jalan,” pesannya.
Disisi lain, Aiptu Teguh Budiarso Anggota Polresta Bandar Lampung, yang pada saat itu ikut memantau perjalanan mereka mengatakan, akan terus membantu selama diperjalanan dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
“Saya juga telah memberi edukasi untuk diperjalanan dan memberi informasi mana titik rawan dan tidaknya. Jadi tetap akan saya pantau melalui live TikTok,” ujarnya.
Dirinya berpesan, semoga tetap sehat dan semangat serta dikuatkan imannya dan selamat sampai tanah suci.
“Ini menjadi contoh pemuda Indonesia. Ternyata jalan kaki juga bisa,” ucapnya.
Tak hanya itu, Heri Suprianto warga Sukarame, Natar, Lampung Selatan, melalui akun Tiktok @akangtuanmuda juga ikut membantu mengawal lewat medsos dalam perjalanan.
“Saya paham daerah mana di Lampung yang rawan, saya hanya memberikan petunjuk jalan menggunakan kendaraan roda dua selama perjalanan,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan kedua pemuda yang berjalan kaki sesampainya di Bandarjaya, disambut Bripka Alfa Robi anggota Polsek Terbanggibesar dan Aiptu Andriansyah anggota Polresta Lamteng, yang memberikan fasilitas makan dan penginapan. (*)
![]()

