Lampung Tengah, Senopatinews.com
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung Tengah, I Nyoman Gunadi tak mau banyak berkomentar saat ditanya terkait adanya dugaan pengkondisian proyek yang melibatkan nama Bupati Ardito Wijaya dan Wakil Bupati Lamteng I Komang Koheri.
I Nyoman membantah bahwa pekerjaan tersebut belum dimulai dan tidak ada pengondisian. “Gak ada itu,” ucapnya singkat.
Sementara saat ditanya terkait, bahwa pihaknya merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan JUT, iya tidak menampik hal tersebut. “Ya, (PPK),” ucapnya singkat.
Bahkan berkali kali saat ditanya, terkait mekanisme dalam pengadaan proyek tersebut, ia selalu berusaha mengalihkan pembicaraan dengan berkata belum.
Jadi gimana mekanisme dalam pengadaan proyek tersebut, pak? I Nyoman kembali menjawab, “Belum dan tidak tahu” ucapnya.
Berita sebelumnya, proyek pekerjaan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang berada di tiga kecamatan yaitu Seputih Mataram, Seputih Raman dan Seputih Banyak, diduga dikondisikan Wakil Bupati Lamteng I Komang Koheri.
Hal ini terungkap dari pengakuan salah satu sumber terpercaya. Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, proyek tersebut diambil alih orang nomor 2 di Lamteng.
“Proyek pada APBD Perubahan 2025 ini diambil pak wakil senilai Rp1 miliar, termasuk konsultannya juga,” ujarnya sembari mewanti-wanti namanya tidak disebut.
Ia menambahkan, proyek tersebut terkesan dipaksakan. Sebab, dibangun menuju lahan perkebunan diduga milik wakil bupati. Meski, hingga kini pembangunan belum dilaksanakan.
“Itu yang APBD Murni kan punya bupati dan APBD Perubahan punya wakil bupati. Kan di daftar isian pelaksanaan anggaran (dipa) itu disebutkan nama kampung. Nah waktu itu kan pesan Komang (wakil bupati) kampung ini, kampung ini, tapi kita gak tau titiknya, yang tau pak wakil dan orang-orangnya,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, proyek JUT yang diduga dikondisikan wakil bupati ini tidak bisa diganggu gugat karena sudah terkondisi semua dibeberapa titik.
“Namanya jalan usaha tani ya untuk disawah lah masak jalan usaha tani untuk peladangan. Tapi namanya juga bawahan mau tidak mau tetap dilaksanakan,” tutupnya. (*)
![]()

