Bandar Lampung, Senopatinews.com
Iuran gelap dalam penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 5 Bandar Lampung tahun pelajaran 2021/2022 mencapai Rp 6.764.800.000,- dikeluhkan orangtua siswa.
Diketahui, miliaran dana tersebut bersumber dari peserta didik yang diwajibkan untuk membayar Iuran Pembiayaan Pendidikan (IPP) sebesar Rp 6.400.000,- per siswa untuk setiap tahunnya dengan mengatas namakan Komite Sekolah.
Menurut sumber, selain dengan dalih bahwa anggaran penyelenggaraan pendidikan yang berasal dari pemerintah tidak cukup, banyak modus yang dilakukan pihak komite SMAN 5 Bandar Lampung meminta sumbangan/ iuran kepada orang tua/ wali peserta didik.
Diantaranya seperti untuk mengganti seragam, membangun fasilitas sarana prasarana sekolah, sarana UNBK, buku hingga pelampiran surat kesediaan orang tua berdasarkan kesepakatan komite sekolah.
Modus atau penyiasatan semacam itu, dianggap kepala sekolah sebagai surat sakti untuk melegalkan praktik pungutan kepada wali murid.
“Ironisnya lagi, peserta didik juga kerap mendapatkan ancaman tidak diberikan nomor peserta ujian semester ketika peserta didik tidak membayar iuran SPP tersebut,” ungkap sumber Akbar News belum lama ini.
Diberitakan sebelumnya, Iuran Gelap SMAN 5 Bandar Lampung juga terjadi pada seleksi penerimaan siswa mutasi semester ganjil tahun pelajaran 2022/ 2023 di SMA Negeri 5 Bandar Lampung dikeluhkan orangtua siswa.
Pasalnya, dari 10 peserta penerimaan siswa bagi kelas XI dan XII tersebut selain mengikuti pelaksanaan tes akademik dan wawancara, para calon siswa diminta uang oleh oknum SMAN 5 Bandar Lampung sebesar Rp 11.700.000 per siswa.
Menurut sumber yang mengaku sebagai orang tua peserta penerimaan siswa mutasi di SMAN 5 Bandar Lampung mengatakan, diluar dari uang komite, pihaknya diminta uang seragam dan bangunan oleh oknum SMAN 5 Bandar Lampung sebesar Rp 11.700.000.
“Saya kaget, sekarang mau pindah sekolah aja kok mahal sampai Rp 11.700.000. Itu pun masih diluar uang komite,” kata sumber dengan nada kesal saat dikonfirmasi wartawan belum lama ini.
Bahkan, sambungnya, uang seragam dan bangunan tersebut sama sekali sedikit pun tidak bisa ditawar-tawar lagi. ”
Sudah saya coba untuk minta keringanan, tapi pihak SMAN 5 Bandar Lampung keberatan,” keluhnya.
Sementara, menanggapi dugaan pungli ini Kepala SMAN 5 Bandar Lampung, Hayati Nufus saat dikonfirmasi enggan menjawab. (rls/red)
![]()

