Lampung Tengah, Senopatinews.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah menggelar apel kendaraan dinas Tahun 2025, di halaman Komplek Rumah Dinas Bupati, Senin (21/4/2025).
Dalam kegiatan itu dihadiri, Bupati Lampung Tengah, dr Ardito Wijaya, M.K.M, Wakil Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri,SE.,Pj. Sekretaris Daerah Lampung Tengah, Rusmadi dan Para Staf Ahli Bupati, Asisten, dan Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Lampung Tengah.
Bupati Ardito Wijaya mengatakan, bahwa kendaraan dinas adalah merupakan aset daerah, aset negara yang pengguna dan peruntukannya sudah diatur oleh peraturan dan perundang-undangan.
Oleh karena itu, Bupati, Ardito menekankan agar para pengguna kendaraan dinas memiliki rasa tanggung jawab terhadap kendaraan dinas yang digunakan, seperti hal administrasi dan perawatannya.
“Tidak bisa aset itu tidak tercatat, tidak dikelola dengan baik apalagi di salahgunakan. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk mengelola tanggungjawab ini,” ujarnya.
Menurutnya, kendaraan yang hadir itu bentuk dari akuntabilitas sebagai orang yang diberikan kepercayaan.
“Kendaraan dinas tersebut dirawat dan dicek, diservis secara berkala. Kemudian dari sisi administrasi, jangan ada yang terlewat, termasuk pajaknya. Kalau kemarin yang mengaku sibuk, tidak sempat, hari ini tuntaskan bayar pajak ini,” tegasnya.
Bupati, Ardito Wijaya juga mengimbau, agar pengguna kendaraan dinas untuk memperhatikan tata tertib dalam menggunakan kendaraan, baik sisi aturan berlalu lintas ataupun norma kesusilaan.
“Ini semua merupakan bagian untuk meyakinkan, bahwa kendaraan-kendaraan dinas tadi, sesuai peruntukan, etis dan sopan dalam pemanfaatan,” jelasnya.
Dalam sambutannya itu, Bupati Ardito tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas kinerja aparatur yang menangani pendataan mobil dinas.
Dengan bahasa sindiran, Ardito mengatakan hebat pejabatnya bisa detail tahu jumlah dan keberadaan mobil dinas milik pemerintah.
Padahal, saat melakukan inspeksi kendaraan dinas, Ardito menemukan banyak ketidaksesuaian antara jumlah kendaraan yang tercatat dengan yang digunakan oleh OPD.
“Hebat ya, pejabatnya tahu semua jumlah mobil dinasnya. Hapal satu per satu, hebat ini kabidnya,” sindir Ardito dengan wajah datar dan menahan amarah.
Ardito kecewa lantaran saat inspeksi, ada banyak OPD yang memiliki jumlah kendaraan dinas berbeda dengan data yang dimiliki pejabat yang bertanggung jawab mendata.
Kekecewaan itu semakin memuncak ketika ditemukan sejumlah kendaraan dinas yang mati pajak.
“Ini yang bayar pajaknya siapa ya? Dinas atau bagian umum atau aset?” tutup Ardito sembari bertanya ke sejumlah pejabat yang hadir. (*)
![]()

