Tulangbawang Barat, Senopatinews.com
Bantuan sapi oleh Pemerintah pada tahun 2014 di Tiyuh Agung Jaya Kecamatan Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat sebanyak 15 ekor sapi, diduga jadi bancakan oknum.
Dari informasi yang diperoleh, dugaan kasus ini banyak melibatkan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih berstatus aktif hingga yang telah pensiun.
“Awal mula bantuan sapi itu berjumlah 15 ekor pada tahun 2014 yang lalu, dengan sasaran awal yaitu masyarakat miskin, namun setelah bantuan sapi itu tiba langsung di bagikan karena pada minta bagian. Sebab masyarakat sebagian tidak mau di kasih bantuan sapi itu,” jelas ketua kelompok tani Hidup Makmur Suwardi saat dipintai keterangan, Rabu (06/07).
Mengenai jumlah sapi yang diminta, ia menjelaskan, dari jumlah total 15 ekor yang dibagikan kepada masyarakat hanya 10 ekor, dan 5 ekor lainnya habis dibagikan kepada camat, lurah, penyuluh pertanian lapangan, sekdes, termasuk dirinya selaku ketua kelompok.
“Katanya sih bantuan sapi itu penggemukan Limosin dengan pagu Rp.12, 5 juta per ekor, tapi yang kami terima itu berjenis pedet yang berjenis sapi bali dengan kisaran per sapi kurang lebih empat juta rupiah per ekor harga pasarannya,” katanya.
Disisi lain, Tato mantan sekdes setempat yang kini di ketahui bertugas di Kecamatan Batu Putih sebagai Kasi Pemerintahan Kabupaten Tulang Bawang Barat membenarkan jika sejumlah sapi bantuan tersebut mengalir kepada beberapa oknum tertentu.
“Ya, kalau nggak salah, termasuk pak camat (mantan camat/red) juga dapat bagian satu ekor sapi, dan itu kalau nggak salah sistemnya pengguliran. kalau lainnya saya lupa, mengenai sapi itu saya tidak pernah minta, hanya saja saya katanya di kasih satu ekor itu juga di bagi dua dengan anak mantunya pak Suwardi, hanya saja hingga saat ini saya tidak pernah memelihara sapi itu, dan kalau nggak salah sapi itu masih ada di tempatnya pak SDR, dan berapa ekornya saya nggak paham, bahkan setau saya selama ini tidak pernah ada kumpulan guna pembahasan sapi tersebut,” jelas Tato saat di konfirmasi via telpon, Jum’at (08/07).
Dijelaskannya, saat itu, bantuan tersebut di kumpulkan menjadi satu yaitu di kandang pak Suwardi selaku ketua kelompoknya, lalu satu tahun kemudian di bagikan ke kelompok.
“Waktu itu sapi itu di kumpulkan jadi satu, di kandang di tempat pak Suwardi selaku ketua kelompoknya berikut coper untuk giling pakanya, dan kandangnya semua komplit. Karena repot untuk ngarit di gilirin, akhirnya di bagikan kepada masing-masing kelompok,” tukasnya.
Hingga saat ini pihak lainnya yang diduga terlibat dalam permasalahan ini belum bisa di pintai keterangan lantaran saat di kunjungi di lokasi, beberapa orang yang bersangkutan tidak ada di tempat.(*)
Laporan: Rachmad/ Tim Redaksi Senopatinews.com
Editor: Aan Putra
![]()

