MESUJI, Senopatinews.com
Pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sido Rahayu, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji, dikeluhkan masyarakat.
Pasalnya, salah satu Pustu di Kecamatan Rawa Jitu Utara itu jarang beroperasi dan sering tutup. Kepala Pustu Sido Rahayu dan Bidan Desa setempat juga jarang berada di tempat.
Hal ini tentunya menjadi kendala bagi masyarakat setempat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, mengingat jarak tempuh untuk menuju Puskesmas Induk di desa sungai sidang dan punggung jaya cukup jauh mencapai 10 kilometer.
WN (38) yang merupakan warga Desa Sido Rahayu menyayangkan tenaga kesehatan di Pustu setempat yang tidak standby dalam melayani masyarakat setempat.
“Pustu jarang buka, Tenaga kesehatan baik bidan maupun mantri (Perawat) jarang berada di tempat, Sehingga masyarakat sulit jika akan periksa kesehatan ataupun berobat,”Keluhnya.
Masyarakat berharap Pustu Sido Rahayu itu dapat beroperasi memberikan pelayanan kesehatan semaksimal mungkin kepada masyarakat setempat.
“Apalagi Desa Sido Rahayu ini merupakan daerah pedalaman, jika Pustu sering tutup lalu bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan,”Ucapnya.
Diketahui, Kecamatan Rawa Jitu Utara merupakan daerah pinggir Kabupaten Mesuji yang berbatasan dengan Kecamatan Rawa Jitu Selatan Kabupaten Tulangbawang. Daerah itu tidak ada klinik maupun rumah sakit, Masyarakat mengandalkan puskesmas dan Pustu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kepala Pustu Sido Rahayu yang juga bidan desa setempat, Nurlela, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa Pustu setempat beroperasi sampai jam 15.00 WIB.Selain saya bertugas di Pustu Sido Rahayu, saya juga diperbantukan di Puskesmas Sungai Sidang dan Sementara saya tinggal di Desa Sidang Kurnia Agung,”Pungkasnya.
Pewarta: Rahmad
Redaksi Senopatinews.com
![]()

