Minggu, Februari 8, 2026
No Result
View All Result
  • Login
Senopati News
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Pendidikan
  • Berita Politik
  • Advertorial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Pendidikan
  • Berita Politik
  • Advertorial
No Result
View All Result
Senopati News
Home Berita Umum

Fakta Ditengah Semburan Gas Air Mata Distadion Kanjuruhan Malang, KPAI Temukan Banyak Anak-anak dan Balita

Senopatinews by Senopatinews
Oktober 5, 2022
in Berita Umum
0 0
0
Fakta Ditengah Semburan Gas Air Mata Distadion Kanjuruhan Malang, KPAI Temukan Banyak Anak-anak dan Balita
0
SHARES
65
VIEWS
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Jakarta, Senopatinews.com

Sungguh memiluhkan ditemukan fakta ada banyak Anak-anak dan balita yang dibawa  orangtuanya menonton pertandingan Bola Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanguruhan  Sabtu 02 Oktober 2022. menahan pedih mata kesakitan akibat terkena semburan gas airmata pada saat munculnya kerusuhan penonton saat menyaksikan pertandingan Arema FC dikalakan Persebaya dengan skor 2 : 3.

Suasana tidak menguntungkan itu, menurut saksi mata yang selamat dari kerusuhan itu dikatakan kepada sejumlah media di Malang, ada banyak orang tua sambil menggendong  anak balitanya keluar menyelamatkan diri dari koridor 13 yakni pintu keluar dari stadion, sehingga berhimpitan, jatuh dan ada yang dilaporkan terinjak-injak oleh sesama suporter saat melalui pintu 9, 10, 11,12 dan 13.

Sungguh miris dan sedih, dimana ada juga anak usia 2 dan 5 tahun ditemukan oleh petugas yang mengamankan peristiwa kerusuhan itu  sudah tak bernyawa dan bersimbah darah.

TNI dan Polisi yang ikut mengevakuasi para korban kerusuhan, menemukan dan mengevakusi anak yang sudah meninggal dan menderita luka-luka di lokasi terjadinya kerusuhan itu, demikian dilaporkan Tim Litigasi dan Advokasi dan Rehabilitasi Sosial Anak besutan Komnas Perlindungan Anak..

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menyampaikan temuan tim investigasi dan Advokasi Komnas PA, ditemukan ada seorang anak balita tergeletak di tribun penonton yang diselamatkan seorang anggota TNI Sertu Kristian Sihombing personil dari Kodim 08/18 Malang, dan saat ini balita korban kerusuhan itu tengah mendapat perawatan intensif di RS Kanjuruhan Malang.

Arist Merdeka menambahkan, menurut informasi yang dikumpulkan  Tim Litigasi dan Addvokasi fan Rehabilitasi Sosial Komnas Perlindungan Anak, dilaporkan ada 33 anak usia dibawah 18 tahun meninggal dunia dan ada 2 anak balita diantataranya juga  meninggal dunia, demikian pula ada  anak balita saat ini sedang dirawat di RS Kanjuruhan dan Syaful Anwar Malang.

Balita itu sedang mendapatkan perawatan intensip akibat luka yang disinyalir menjadi  korban terkena semprotan gas air mata dan terinjak-terinjak supoter Malang FC saat ingin menyelamatkan diri keluar dari stadion Kajuruhan Malang bersama orangtuanya.

Lagi lagi Arist Merdeka mengutip Laporan dan temuan Tim Litigasi dan Advokasi Komnas PA, ditemukan ada kesalahan prosedural dalam penyelenggaraan dan penanganan kerusuhan yang terjadi Sabtu 01/10/22 .

Kesalahan prosedural itu antara lain, menurut aturan sesunggunya sebelum 10 menit pertandingan usia seharusnya official penyelenggaraan pertandingan  pintu keluar 1-13 sudah terbuka.

Disamping itu. Pula  dalam pengamanan kerusuhan antar suporter seharusnya tidak dihalau dengan semprotan gas Air mata, karena menurut aturan Persepakbolaan international FIFA bahwa untuk mengamankan kerusuhan tidak dibenarkan dengan menggunakan semprotan gas air mata kepada penonton apalagi disemprotan di tribun stadiun Malang.

Tim litigasi menemukan fakta pada saat pertandingan Laga Arems FC dan Persebaya penonton pada saat itu over kapasitas yang disinyalir mencapai 42 ribu suporter, sehingga mengakibatkan penumpukan jumlah penonton.

Disamping itu, panitia juga dilaporkan tidak mampu membatasi jumlah penonton dan membiarkan pula balita bersama orangtuanya disertakan menjadi penonton dalam menyaksikan  pertandingan antata Arema FC dan Surabaya.

Oleh sebab itu, Club sepak bola Arema Malang, PSSI dan Polda Jatim harus bertanggungjawab  terhadap tragedi kerusuhan pertandingan bola di stadion Kajuruhan Malang yang mengakibat 125 korban meninggal dan ratusan korban luka-luka.

Arist Merdeka mendesak Gubernur Jawa Timur, Walikota dan Bupati Malang Raya dan PSSI segera melaporkan berapa sesungguhnya  jumlah anak yang meninggal dunia dan yang masih mendapatkan perawatan dirumah sakit dan dirumah untuk mendapat santunan kematian dan perawatan.

Demikian juga segera memberi sangsi kepada official penyelengara pertandingan sepak bola tersebut dan pihak yang terlibat mengamankan kerusuhan termasuk polisi demikian juga panitia dan PSSI,”Pungkasnya.

 

Redaksi Senopatinews.com

Loading

Senopatinews

Senopatinews

Media yang memberikan informasi Terkini dan Terpercaya

Berita Populer

  • Bupati Ardito Lantik 10 Pejabat Eselon II, Satu Diantaranya Berasal Dari Metro, Berikut Daftar Nama dan Jabatan?

    Bupati Ardito Lantik 10 Pejabat Eselon II, Satu Diantaranya Berasal Dari Metro, Berikut Daftar Nama dan Jabatan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejari Panggil Pelapor Kasus Dugaan Korupsi di Pemkab Lamteng, Libatkan Dua Penguasa dan Paman Bupati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengaku Paman Bupati Lamteng, Dugaan Pengkondisian Proyek Jual Beli Seragam Batik Sekolah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Keluhkan Tarif Parkir RS Mitra Mulia Husada, Biaya Tak Sesuai Jam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Karyawan Lesing Ternama di Lamteng Tipu dan Hamili Gadis Warga Bandarjaya Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungli Berkedok Koperasi Korpri Lamteng Berjaya, ASN Sebut Ada Tekanan Pimpinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soal Potongan Dana P2L Oknum KWT Berjaya Resmi Dilaporkan Kejaksaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelaku Perampokan dan Pembunuhan di Bandarsurabaya Ditangkap Team Tekab 308 Polres Lamteng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usai Waka 1, Kini Sekretaris dan Bendahara Koperasi Korpri Berjaya Dipanggil Kejari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumarsono: Hasil Rapat Pleno PDI-P, Ardito Wijaya – I Komang Koheri Maju di Pilkada Lamteng 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2022 Senopati News

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Berita Daerah
  • Berita Hukum
  • Berita Pendidikan
  • Berita Politik
  • Advertorial

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist