Lampung Selatan, Senopatinews.com
Aksi protes yang dilakukan warga Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas, Lamsel ini memang tidak biasa. Bagaimana tidak, sebagai wujud ketidakpuasan terhadap pemerintah, sejumlah warga memilih menanam padi dibadan jalan.
Betapa tidak, jalan utama desa tersebut kondisinya rusak parah dan telah bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki. Terlebih jika turun hujan, genangan air sudah menyerupai seperti kubangan.
Ramlia (45) warga Pematang Baru menuturkan, aksi menanam padi di badan jalan itu bentuk prores masyarakat lantaran kerusakan jalan tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal jalan tersebut, akses utama untuk mengangkut hasil pertanian.
“Aksi menanam padi di badan jalan ini sebagai bentuk protes. Masyarakat kecewa jalan yang telah rusak parah tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah, padahal jalan ini sebagai jalan utama masyarakat untuk mengangkut hasil sawah ataupun kebun,” keluhnya.
Ia mengatakan, kerusakan jalan hampir sepanjang 500 meter ini telah dirasakan warga sejak tahun 2017 lalu. Dampaknya, mobilisasi warga menjadi terhambat akibat kerusakan jalan tersebut.
“Mobilisasi masyarakat jadi terhambat. Terutama pada saat musim panen, petani selalu kesulitan karena mobil susah masuk. Apalagi untuk saat ini jalan berubah menjadi kubangan,” sesalnya.
Sementara itu Penjabat Sementara Kepala Desa Pematang Baru, Muslim Idrus menjelaskan, pemerintah desa selalu berupaya mengusulkan perbaikan jalan desanya tersebut.
Bahkan kata Muslim, usulan perbaikan jalan tersebut pernah disampaikan langsung kepada Bupati Lampung Selatan.
“Selalu kita usulkan, tapi memang semua butuh proses tak bisa begitu diajukan langsung diperbaiki. Kita juga berharap perbaikian bisa terealisasi tahun ini, dan masyarakat juga bisa bersabar menunggu upaya perbaikan jalan utama desa ini,” pungkasnya.(*)
Laporan: Mulyanto/ Tim Redaksi Senopatinews.com
Editor: Aan Putra
![]()

